Selasa, 19 Maret 2013

SEJARAH KHITAN



Sunat atau khitan telah dilakukan sejak jaman prasejarah, dilihat dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Alasan tindakanini masih belum jelas pada masa itu tetapi teori-teori memperkirakan bahwa tindakan inimerupakan bagian dari ritual pengorbanan atau persembahan, tanda penyerahan padaYang Maha Kuasa, langkah menuju kedewasaan, tanda kekalahan atau perbudakan, atauupaya untuk mengubah estetika atau seksualitas.Khitan dalam ajaran agama sudah ada dalam syariat Nabi Ibrahim AS. Dalamkitab Mughni Al Muhtaj dikatakan bahwa laki-laki yang pertama melakukan khitanadalah Nabi Ibrahim AS. Kemudian Nabi Ibrahim mengkhitan anaknya Nabi Ishaq AS pada hari ketujuh setelah kelahirannya dan mengkhitan Nabi Ismail AS pada saat aqil baligh. Tradisi khitan ini diteruskan sampai pada masa kelahiran Arab pra Islam saatkelahiran Nabi Muhammad SAW. mengenai khitan Nabi Muhammad SAW para ulama berbeda pendapat yakni
pertama, sesungguhnya Jibril mengkhitan Nabi MuhammadSAW pada saat membersihkan hatinya, dan kedua, bahwa yang mengkhitan NabiMuhammad adalah kakek beliau, yakni Abdul Muthalib yang mengkhitan NabiMuhammad pada hari ketujuh kelahirannya dengan berkorban dan memberi namaMuhammad. Kemudian Nabi mengkhitankan cucunya Hasan dan Husain pada harikelahirannya. Pada hari tersebut banyak acara yang dilakukan antara lain aqiqah,mencukur rambut, memberi nama anak (tasmiyah ).Bangsa Arab membanggakan dirinya sebagai umat yang berkhitan. Abu Sufyanmeriwayatkan bahwa pada suatu hari, Heraklius (Raja Romawi) sangat sedih. Pasalnya, pada suatu malam ia melihat bintang di langit membentuk satu gugusan yang menuruttafsiran para ahli Nujum merupakan isyarat kejatuhan bangsa Romawi dan berpindahnyakekuasaan mereka kepada bangsa yang berkhitan. Melihat raja mereka bersedih para pembesar istana Romawi merasa gelisah dan akhirnya menanyakan permasalahan yangdihadapi oleh raja. Heraklius mengisahkan “pada suatu malam, saya melihat suatugugusan bintang yang menjadi pertanda bahwa raja dari umat yang berkhitan, akanmuncul dan meraih kemenangan”. Lalau ia bertanya, “siapakah diantara rakyatku yang berkhitan?” mereka menjawab, “tidak ada yang berkhitan selain kaum Yahudi. Janganlahengkau gundah karena mereka. Tulislah surat kepada para pembesar negeri agar merekamembunuh kaum Yahudi.” Heraklius pun melaksanakan anjuran tersebut sehingga banyak orang Yahudi yang menjadi korban. Ketika itulah seorang utusan Raja Ghassan(dari Basrah) mendatangi Heraklius dan memberitahu tentang munculnya seorang Nabi(Muhammad SAW). Heraklius segera mengutus beberapa orang ke Arab untuk mencariinformasi apakah Nabi tersebut berkhitan. Orang-orang yang diutus itu kemudianmelaporkan kepada Heraklius bahwa Nabi Muhammad memang berkhitan. SelanjutnyaHeraklius menayakan apakah bangsa yang dipimpin Nabi tersebut berkhitan,. Merekamenjawab, “ Ya”. Dalam akhir cerita ini Heraklius berkomenatar, “ inilah Raja dari umatyang berkhitan. Ia telah datang dan akan menang”.

Khitan atau sunnat merupakan tradisi yang sudah ada dalam sejarah. Tradisi itusudah dikenal oleh penduduk kuno Meksiko, demikian juga oleh suku-suku bangsa  Benua Afrika. Sejarah menyebutkan, tradisi khitan sudah berlaku di kalangan BangsaMesir Kuno. Tujuannya, sebagai langkah untuk memelihara kesehatan dari baksil-baksilyang dapat menyerang alat kelamin, karena adanya kulup yang bisa di hilangkankotorannya dengan khitan. Berbagai suku bangsa dipedalaman Afrika seperti sukuMusawy (Afrika Timur) dan suku Nandi menjadikan khitan sebagai inisiasi (upacara aqil baligh) bagi para pemuda mereka. Setelah khitan barulah para pemuda diakui secara adatdan berstatus sebagai orang dewasa. Para pemuda yang dikhitan akan di kalungkan potongan qulfah hingga sembuh.Khitan sangat erat kaitannya dengan budaya Semitik (Yahudi, Kristen dan Islam).Sampai saat ini khitan masih dilaksanakan oleh penganut Yahudi dan sebagian penganutKristen dari Sekte Koptik. Dengan ada khitan ini bangsa Yahudi berpindah jejak pada jejak lain. Mereka telah keluar dari Negara Palestina dan mengembara ke berbagaikawasan dunia dan hidup dengan berbagai manusia. Untuk membedakan dengan yanglain, mereka lestarikan tradisi khitan itu sebagai kewajiban dan rasa setia kepada bangsamereka. Khitan menjadi identitas mereka dengan yang lain.Menurut Islam maupun Koptik Kristen maupun Yahudi, khitan bermula padatradisi Nabi Ibrahim AS.
 Patriarkh Ibrahim as. melakukannya sebagai simbol dan pertanda perjanjian suci (Covenant ) atau dalam bahasa Islam mitsaq, antara Ibrahimdengan Allah SWT.Para antropolog menemukan, budaya khitan pada perempuan telah populer dimasyarakat semenjak pra-Islam yang dibuktikan dengan ditemukannya mumi perempuandi Mesir Kuno abad ke-16 SM yang memiliki tanda clitoridectomy (pemotongan alatkelamin). Praktek khitan pada mumi tersebut justru ditemukan pada kalangan kaya dan berkuasa, bukan pada rakyat jelata. Menurut Hassan Hathout, pelaksanaan khitan perempuan telah berlangsung lama sebelum kedatangan Islam terutama di lembah Nilyakni Sudan, Mesir, dan Ethiopia. Pada abad ke-2 SM, khitan perempuan dijadikan ritualdalam prosesi perkawinan.

sumber : Rumah Sunatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar